Langsung ke konten utama

#7 TRIGGER

 TRIGGER 


Trigger digunakan untuk memanggil satu atau beberapa perintah SQL secara otomatis sebelum atau sesudah terjadi proses INSERT, UPDATE atau DELETE dari suatu tabel. 

Trigger sering digunakan, antara lain untuk: 

• Melakukan update data otomatis jika terjadi perubahan. Contohnya adalah dalam sistem penjualan, jika dientri barang baru maka stock akan bertambah secara otomatis. 

• Trigger dapat digunakan untuk mengimplementasikan suatu sistem log. Setiap terjadi perubahan, secara otomatis akan menyimpan ke tabel log. 

• Trigger dapat digunakan untuk melakukan validasi dan verifikasi data sebelum data tersebut disimpan.


Membuat Trigger Baru

 Berikut ini bentuk umum perintah untuk membuat triggers: 

CREATE TRIGGER name [BEFORE|AFTER] [INSERT|UPDATE|DELETE] ON tablename FOR EACH ROW statement ,

dimana BEFORE | AFTER digunakan untuk menentukan kapan proses secara otomatis akan dieksekusi, sebelum atau sesudah proses.


LATIHAN MEMBUAT TRIGGER;

- buat database baru dengan nama penjualan

- buat tabel dengan nama produk;


- buat tabel dengan nama log_harga; 


- Membuat TRIGGER dengan syntaq seperti dibawah ini;


keterangan : 
trigger dengan nama before_produk_update
trigger menggunakan event BEFORE UPDATE
Query SQL untuk melakukan insert data ke tabel log_harga


- Masukkan beberapa record ke tabel produk.
INSERT INTO produk VALUES 
('ATK001', 'PENSIL', 12000),
('ATK002', 'PENGHAPUS', 8000); 


- Update harga produk, 
update produk set harga=10000 WHERE kd_produk='ATK001'


- Pada tabel log_harga tambahkan field:
nm_produk_baru dengan tipe data varchar (100)
nm_produk_lama dengan tipe data varchar (100)


- Uji cobakan triger yang dibuat dengan update:
update produk set nm_produk=PENGGARIS WHERE kd_produk='ATK001'

Sebelumnya buat dulu trigger baru;











by : Sarwo Miju
!!TERIMA KASIH!!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ringkasan materi sistem operasi

 struktur dalam sistem operasi Komponen-komponen sistem operasi meliputi:   Manajemen proses Manajemen memori utama Manajemen file Manajemen sistem I/O Manajemen penyimpan sekunder Sistem jaringan Sistem proteksi Sistem command interpreter Memori volatil adalah memori yang hanya menyimpan data sementara, sedangkan memori non-volatil adalah memori yang menyimpan data secara permanen .   Sistem buffer caching adalah  area memori yang digunakan untuk menyimpan data sementara dan data yang sering diakses .  Sistem ini penting untuk meningkatkan kinerja sistem komputasi.   Perangkat input   Keyboard Mouse Microphone Webcam Scanner Joystick Digitizer OCR (Optical Character Recognition) Bar Code Reader Pembaca Kartu Cerdas Perangkat output  Monitor, Printer, Speaker, Proyektor.   Fungsi perangkat input dan output Sistem Command Interpreter adalah  program yang menerjemahkan perintah pengguna menjadi perintah sistem operasi .  Program ini j...

#praktikum8 DCL (Data Control Language)

  Nama   : Sarwo Miju Matkul : Basisdata DCL yang merupakan singkatan dari Data Control Language. Pada dasarnya, pernyataan DCL dikelompokkan dengan pernyataan DML. Sehingga perintah yang ada di command ini berguna untuk mengontrol hak akses database (privilege) dan memanipulasi user database. Perintah yang termasuk ke dalam kelompok DCL adalah GANT dan REVOKE. GRANT: Perintah ini berguna untuk memberi pengguna hak akses ke database. REVOKE: Berguna untuk menarik hak akses pengguna yang diberikan dengan menggunakan perintah GRANT. Sederhananya, REVOKE adalah kebalikan dari GRANT. a. Menambahkan User Baru Sebagai seorang administrator database, user root mempunyai hak delam membuat user dan memberikan hak-hak akses terhadap user baru tersebut. Cara membuat USER baru: CREATE USER 'nama_user'@'host' IDENTIFIED BY 'password'; Contoh: Pada contoh kali ini kita akan membuat database baru yang terbapat tabel vendor di dalamnya.  Kemudian, kita akan membuat sebuah user ...