Langsung ke konten utama

Tugas Teori 2 Basis Data

 Nama : Sarwo Miju
NIM   :  233100379
prodi  :  Sistem Informasi

 
  1. Apa itu DML?
  2. Sebutkan beberapa jenis DML dan contohnya!
  3. Apa perbedaan DDL dan DML?

1. DML atau Data Manipulation Language DML merupakan metode query dasar yang dapat digunakan apabila DDL telah terjadi sehingga fungsi dari query DML ini untuk melakukan pemanipulasian database yang telah dibuat. 


2. DML terdiri dari SELECT,INSERT,UPDATE, dan DELETE.
INSERT digunakan untuk memasukkan atau input data ke tabel. 

a. DML - INSERT
• Ketika menggunakan INSERT kita harus tahu field yang ada di dalam tabel, sehingga data tidak inkonsisten. 

• Default insert adalah 
   - INSERT INTO nama_tabel VALUES (‘nilai1’,’nilai2’,...); 

• Atau 
   - INSERT INTO nama_tabel(field1,field2,...) VALUES (‘nilai1’,’nilai2’,...); 

• Atau 
   - INSERT INTO nama_tabel SET field1=’nilai1’, field2=’nilai2’,...; 


b. DML - SELECT
• SELECT digunakan untuk melihat data yang ada di tabel. 
• Perintah SELECT ini banyak jenis pengkondisiannya. 
• PERHATIKAN! 













  - Select * from pelanggan 
• maka yang akan tampil nantinya adalah semua data






  - Select nama, alamat from pelanggan 
• maka yang tampil adalah data yang disebut setelah select








c. DML – UPDATE 
• UPDATE digunakan untuk mengubah data yang sudah ada di dalam tabel. 
• Default update adalah 
  - UPDATE nama_tabel SET field1=‘nilaibaru’ [WHERE kondisi]; 

• Pada perintah untuk update di atas : 
  • UPDATE merupakan perintah dasar untuk mengubah record tabel. 
  • nama_tabel merupakan nama tabel yang akan diubah recordnya. 
  • Perintah SET diikuti dengan field-field yang akan diubah yang mana diikuti juga dengan perubahan isi dari masing-masing field. Untuk mengubah nilai dari beberapa field sekaligus, gunakan koma (,) untuk memisahkan masing- masing field. 
  • Perintah WHERE diikuti oleh kondisi tertentu yang menentukan record mana yang akan diedit (diubah). Perintah WHERE ini boleh ada boleh juga tidak. Jika WHERE tidak ditambahkan pada perintah update maka semua record dalam tabel bersangkutan akan berubah

d. DML – DELETE 
  • DELETE digunakan untuk menghapus data yang sudah ada di dalam tabel. 
  • Default delete adalah 
    - DELETE FROM nama_tabel [WHERE kondisi]; 

• Pada perintah untuk delete di atas : 
  • DELETE FROM merupakan perintah dasar untuk menghapus suatu record dari tabel.
  • nama_tabel merupakan nama tabel yang akan dihapus recordnya.
  • Perintah WHERE diikuti oleh kondisi tertentu yang menentukan record mana yang akan dihapus (didelete). Perintah WHERE ini boleh ada boleh juga tidak. Namun demikian, jika WHERE tidak ditambahkan pada perintah delete maka semua record dalam tabel bersangkutan akan terhapus. Jadi jangan lupa menambahkan WHERE jika kita tidak bermaksud mengosongkan tabel

3.  DDL dan DML adalah dua jenis perintah yang digunakan dalam database, namun memiliki fungsi yang berbeda:

DDL (Data Definition Language)

  • Digunakan untuk mendefinisikan dan mengatur struktur database.
  • Fokusnya pada skema atau blueprint database, seperti tabel, view, dan indeks.
  • Perintah DDL digunakan untuk membuat, mengubah, dan menghapus objek-objek tersebut.
  • Contoh perintah DDL: CREATE TABLEALTER TABLEDROP TABLE.
  • Biasanya dijalankan oleh administrator database atau developer yang memiliki privilege khusus untuk mengubah struktur database.

DML (Data Manipulation Language)

  • Digunakan untuk memanipulasi data dalam tabel yang sudah ada.
  • Fungsinya untuk menambah, mengubah, menghapus, dan mengambil data.
  • Perintah DML yang umum digunakan: INSERTUPDATEDELETE, dan SELECT.
  • Biasanya digunakan oleh pengguna akhir, seperti aplikasi atau sistem yang berinteraksi dengan database.

Singkatnya:

  • DDL untuk mendesain dan mengatur kerangka database.
  • DML untuk mengolah dan mengelola isi data di dalam database.





- TERIMA KASIR -

Komentar

Postingan populer dari blog ini

#7 TRIGGER

  TRIGGER  Trigger digunakan untuk memanggil satu atau beberapa perintah SQL secara otomatis sebelum atau sesudah terjadi proses INSERT, UPDATE atau DELETE dari suatu tabel.  Trigger sering digunakan, antara lain untuk:  • Melakukan update data otomatis jika terjadi perubahan. Contohnya adalah dalam sistem penjualan, jika dientri barang baru maka stock akan bertambah secara otomatis.  • Trigger dapat digunakan untuk mengimplementasikan suatu sistem log. Setiap terjadi perubahan, secara otomatis akan menyimpan ke tabel log.  • Trigger dapat digunakan untuk melakukan validasi dan verifikasi data sebelum data tersebut disimpan. Membuat Trigger Baru  Berikut ini bentuk umum perintah untuk membuat triggers:  CREATE TRIGGER name [BEFORE|AFTER] [INSERT|UPDATE|DELETE] ON tablename FOR EACH ROW statement , dimana BEFORE | AFTER digunakan untuk menentukan kapan proses secara otomatis akan dieksekusi, sebelum atau sesudah proses. LATIHAN MEMBUAT TRIGGER; - b...

Ringkasan materi sistem operasi

 struktur dalam sistem operasi Komponen-komponen sistem operasi meliputi:   Manajemen proses Manajemen memori utama Manajemen file Manajemen sistem I/O Manajemen penyimpan sekunder Sistem jaringan Sistem proteksi Sistem command interpreter Memori volatil adalah memori yang hanya menyimpan data sementara, sedangkan memori non-volatil adalah memori yang menyimpan data secara permanen .   Sistem buffer caching adalah  area memori yang digunakan untuk menyimpan data sementara dan data yang sering diakses .  Sistem ini penting untuk meningkatkan kinerja sistem komputasi.   Perangkat input   Keyboard Mouse Microphone Webcam Scanner Joystick Digitizer OCR (Optical Character Recognition) Bar Code Reader Pembaca Kartu Cerdas Perangkat output  Monitor, Printer, Speaker, Proyektor.   Fungsi perangkat input dan output Sistem Command Interpreter adalah  program yang menerjemahkan perintah pengguna menjadi perintah sistem operasi .  Program ini j...

#praktikum8 DCL (Data Control Language)

  Nama   : Sarwo Miju Matkul : Basisdata DCL yang merupakan singkatan dari Data Control Language. Pada dasarnya, pernyataan DCL dikelompokkan dengan pernyataan DML. Sehingga perintah yang ada di command ini berguna untuk mengontrol hak akses database (privilege) dan memanipulasi user database. Perintah yang termasuk ke dalam kelompok DCL adalah GANT dan REVOKE. GRANT: Perintah ini berguna untuk memberi pengguna hak akses ke database. REVOKE: Berguna untuk menarik hak akses pengguna yang diberikan dengan menggunakan perintah GRANT. Sederhananya, REVOKE adalah kebalikan dari GRANT. a. Menambahkan User Baru Sebagai seorang administrator database, user root mempunyai hak delam membuat user dan memberikan hak-hak akses terhadap user baru tersebut. Cara membuat USER baru: CREATE USER 'nama_user'@'host' IDENTIFIED BY 'password'; Contoh: Pada contoh kali ini kita akan membuat database baru yang terbapat tabel vendor di dalamnya.  Kemudian, kita akan membuat sebuah user ...