Langsung ke konten utama

UTS

 DML JOIN

Nama : Sarwo Miju
Prodi : Sistem Informasi


Pada praktikum 6 kita telah membuat database sistem_pemesanan dan beberapa tabel. Disini kita akan memasukkan data ke dalam tabel-tabel yang telah dibuat.

1. Buka laragon kemudian akses database sistem_pemesanan 
use sistem_pemesanan;


a) Masukkan data ke tabel pelanggan

b) Masukkan data ke tabel pesan

c) Masukkan data ke tabel produk

d) Masukkan data ke tabel faktur

2. Masukkan data ke tabel detil_pesan

3. INNER JOIN
Inner join dalam database (basisdata) adalah operasi yang digunakan untuk menggabungkan data dari dua tabel atau lebih menjadi satu hasil yang baru.  Inner join bermanfaat untuk menampilkan informasi terkait dari tabel-tabel yang saling berhubungan.

Dengan inner join, tabel akan digabungkan dua arah, sehingga tidak ada data yang NULL di satu sisi. 
terbagi menjadi 2 cara yaitu:

- Penggabungan dengan WHERE
bentuk umum : SELECT tabel1.*, tabel2.* FROM tabel1, tabel2 WHERE tabel1.PK=tabel2.FK;

- Penggabungan dengan INNER JOIN
bentuk umum : SELECT tabel1.*, tabel2.* FROM tabel1 INNER JOIN tabel2 ON tabel1.PK=tabel2.FK;

Contoh :
menggabungkan tabel pelanggan dan tabel pesan

Penjelasan query:

SELECT menentukan kolom yang ingin diambil (id dan nama pelanggan dari tabel Pelanggan sedangkan id dan tgl pesan dari tabel Pesan).
FROM Pelanggan menspesifikasikan tabel pertama yang akan digunakan.
INNER JOIN Pesan menspesifikasikan tabel kedua yang akan digabungkan.
ON Pelanggan.id_pelanggan = Pesan.id_pelanggan. merupakan kondisi join yang menentukan kolom mana yang menjadi dasar pencocokan antara kedua tabel. Dalam contoh ini, kita menggunakan id_pelanggan karena ini yang membuat kedua tabel saling berhubungan.

Penjelasan query:

SELECT menentukan kolom yang ingin diambil (id pesan, id pelanggan, tgl pesan dari tabel Pesan sedangkan id faktur, id pesan dan tgl faktur dari tabel Faktur).
FROM Pesan menspesifikasikan tabel pertama yang akan digunakan.
INNER JOIN faktur menspesifikasikan tabel kedua yang akan digabungkan.
ON Pesan.id_pesan = faktur.id_pesan. merupakan kondisi join yang menentukan kolom mana yang menjadi dasar pencocokan antara kedua tabel. Dalam contoh ini, kita menggunakan id_pesan karena ini yang membuat kedua tabel saling berhubungan.



4. LEFT JOIN
Left join digunakan dalam berbagai situasi untuk menampilkan semua data dari tabel kiri, beserta data terkait dari tabel kanan jika ada.

bentuk umum:
SELECT kolom1, kolom2, ...
FROM tabel1
LEFT JOIN tabel2
ON tabel1.kolom_join = tabel2.kolom_join;
Penjelasan query:

SELECT menentukan kolom yang ingin diambil (id dan nama pelanggan dari tabel Pelanggan sedangkan id dan tgl pesan dari tabel Pesan).
FROM Pelanggan menspesifikasikan tabel pertama yang akan digunakan.
LEFT JOIN Pesan menspesifikasikan tabel kedua yang akan digabungkan.
ON Pelanggan.id_pelanggan = Pesan.id_pelanggan. merupakan kondisi join yang menentukan kolom mana yang menjadi dasar pencocokan antara kedua tabel. Dalam contoh ini, kita menggunakan id_pelanggan karena ini yang membuat kedua tabel saling berhubungan.


5. Menggabungkan 3 tabel
Untuk menggabungkan tiga tabel atau lebih, pada dasarnya sama dengan penggabungan 2 (dua) tabel menggunakan WHERE.
Contoh :


6. Sintaks SQL ini digunakan untuk menghitung total jumlah item yang dipesan untuk setiap ID pesan dalam database.
Hasil dari sintaks SQL tersebut adalah tabel yang menunjukkan:
  • id_pesan: ID pesan dari tabel pesan.
  • tgl_pesan: Tanggal pemesanan dari tabel pesan.
  • jumlah: Total jumlah item yang dipesan untuk setiap ID pesan, dihitung dengan menjumlahkan nilai jumlah dari tabel detil_pesan yang memiliki id_pesan yang sama.
Penjelasan query:

SELECT: Menentukan kolom yang ingin ditampilkan:
pesan.id_pesan: ID pesan dari tabel pesan.
pesan.tgl_pesan: Tanggal pemesanan dari tabel pesan.

SUM(detil_pesan.jumlah) AS jumlah Menghitung total jumlah item yang dipesan untuk setiap ID pesan dengan menggunakan fungsi SUM(). Hasil perhitungan disimpan dalam kolom baru bernama jumlah.

FROM pesan, detil_pesan: Menentukan tabel yang akan digunakan:

WHERE pesan.id_pesan=detil_pesan.id_pesan: Menentukan kondisi join:
Menyatukan baris dari kedua tabel berdasarkan kesamaan nilai pada kolom id_pesan.
Hanya baris yang memiliki nilai id_pesan yang sama di kedua tabel yang akan disertakan dalam hasil query.

GROUP BY id_pesan: Mengelompokkan hasil berdasarkan ID pesan:
Menghitung total jumlah item yang dipesan untuk setiap ID pesan secara terpisah.
Hasil perhitungan untuk setiap ID pesan akan ditampilkan dalam satu baris.



7. Memfilter data pelanggan dari tabel pelanggan berdasarkan riwayat pemesanan mereka di tabel pesan
Hasil dari sintaks SQL tersebut adalah tabel yang menunjukkan daftar pelanggan yang pernah melakukan pemesanan.

Penjelasan query:

SELECT id_pelanggan, nm_pelanggan FROM pelanggan: Memilih kolom id_pelanggan dan nm_pelanggan dari tabel pelanggan.

WHERE id_pelanggan IN (SELECT id_pelanggan FROM pesan): Menyaring hasil berdasarkan kondisi:
IN operator digunakan untuk memeriksa apakah nilai id_pelanggan pada tabel pelanggan terdapat dalam hasil subquery (SELECT id_pelanggan FROM pesan).
Subquery (SELECT id_pelanggan FROM pesan):
Mengambil semua nilai id_pelanggan yang unik dari tabel pesan.
Hasil subquery ini digunakan sebagai daftar id_pelanggan yang valid untuk disaring.
Pada akhirnya, query ini hanya akan menampilkan data pelanggan dari tabel pelanggan yang memiliki id_pelanggan yang juga terdapat pada tabel pesan. Artinya, query ini hanya menampilkan data pelanggan yang pernah melakukan pemesanan.












terima kasih.
💕💕

Komentar

Postingan populer dari blog ini

#7 TRIGGER

  TRIGGER  Trigger digunakan untuk memanggil satu atau beberapa perintah SQL secara otomatis sebelum atau sesudah terjadi proses INSERT, UPDATE atau DELETE dari suatu tabel.  Trigger sering digunakan, antara lain untuk:  • Melakukan update data otomatis jika terjadi perubahan. Contohnya adalah dalam sistem penjualan, jika dientri barang baru maka stock akan bertambah secara otomatis.  • Trigger dapat digunakan untuk mengimplementasikan suatu sistem log. Setiap terjadi perubahan, secara otomatis akan menyimpan ke tabel log.  • Trigger dapat digunakan untuk melakukan validasi dan verifikasi data sebelum data tersebut disimpan. Membuat Trigger Baru  Berikut ini bentuk umum perintah untuk membuat triggers:  CREATE TRIGGER name [BEFORE|AFTER] [INSERT|UPDATE|DELETE] ON tablename FOR EACH ROW statement , dimana BEFORE | AFTER digunakan untuk menentukan kapan proses secara otomatis akan dieksekusi, sebelum atau sesudah proses. LATIHAN MEMBUAT TRIGGER; - b...

Ringkasan materi sistem operasi

 struktur dalam sistem operasi Komponen-komponen sistem operasi meliputi:   Manajemen proses Manajemen memori utama Manajemen file Manajemen sistem I/O Manajemen penyimpan sekunder Sistem jaringan Sistem proteksi Sistem command interpreter Memori volatil adalah memori yang hanya menyimpan data sementara, sedangkan memori non-volatil adalah memori yang menyimpan data secara permanen .   Sistem buffer caching adalah  area memori yang digunakan untuk menyimpan data sementara dan data yang sering diakses .  Sistem ini penting untuk meningkatkan kinerja sistem komputasi.   Perangkat input   Keyboard Mouse Microphone Webcam Scanner Joystick Digitizer OCR (Optical Character Recognition) Bar Code Reader Pembaca Kartu Cerdas Perangkat output  Monitor, Printer, Speaker, Proyektor.   Fungsi perangkat input dan output Sistem Command Interpreter adalah  program yang menerjemahkan perintah pengguna menjadi perintah sistem operasi .  Program ini j...

#praktikum8 DCL (Data Control Language)

  Nama   : Sarwo Miju Matkul : Basisdata DCL yang merupakan singkatan dari Data Control Language. Pada dasarnya, pernyataan DCL dikelompokkan dengan pernyataan DML. Sehingga perintah yang ada di command ini berguna untuk mengontrol hak akses database (privilege) dan memanipulasi user database. Perintah yang termasuk ke dalam kelompok DCL adalah GANT dan REVOKE. GRANT: Perintah ini berguna untuk memberi pengguna hak akses ke database. REVOKE: Berguna untuk menarik hak akses pengguna yang diberikan dengan menggunakan perintah GRANT. Sederhananya, REVOKE adalah kebalikan dari GRANT. a. Menambahkan User Baru Sebagai seorang administrator database, user root mempunyai hak delam membuat user dan memberikan hak-hak akses terhadap user baru tersebut. Cara membuat USER baru: CREATE USER 'nama_user'@'host' IDENTIFIED BY 'password'; Contoh: Pada contoh kali ini kita akan membuat database baru yang terbapat tabel vendor di dalamnya.  Kemudian, kita akan membuat sebuah user ...